Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Adang Karyaman mewakili Bupati Tasikmalaya membuka Rapat kerja Daerah Program Keluarga Berencana dan Pencanangan Bhakti IBI Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2011, Senin ( 28/03) di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala KANWIL BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs. H. Rukman, MM, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Kabupaten Tasikmalaya, unsur MUSPIDA , para Camat se-Kabupaten Tasikmalaya, unsur terkait dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya membacakan teks sambutan Bupati Tasikmalaya H. U. Ruzhanul Ulum SE mengatakan Program Keluarga Berencana di Kabupaten Tasikmalaya menunjukan keberhasilan yang cukup berarti dengan penurunan TFR ( TOTAL FERTILITY RATE / Rata Rata Usia Subur Melahirkan) dan Laju Pertumbuhan Penduduk ( LPP) yang dapat ditekan. Hal ini menjadi indikator penting bagi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kependudukan memiliki implikasi yang luas terhadap sektor pembangunan lainnya seperti pembangunan pendidikan, kesehatan, Tenaga Kerja, Perumahan dan bahkan subsidi BBM yang harus dikeluarkan oleh pemerintah karena terlalu banyaknya jumlah penduduk , jika asumsi ini benar maka cara terbaik untuk pembangunan ekonomi dan SDM adalah dengan pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana.
Lebih lanjut Bupati Tasikmalaya mengatakan di bidang kesehatan ibu dan anak kondisinya belum menggembirakan, masyarakat belum sepenuhnya menggunakan fasilitas dan tenaga kesehatan yang sudah disediakan , pelaksanaan persalinan masih banyak yang menggunakan tenaga non medis, masyarakat tidak disiplin dalam pengaturan melalui program KB, perilaku masyarakat seperti itu merupakan salah satu cikal bakal meningkatnya kematian bayi dan kematian ibu hamil. Pelaksanaan program KB oleh semua elemen masyarakat perlu terus ditingkatkan bukan hanya tanggung jawab institusi yang terkait dengan program KB saja. Mengingat pentingnya program KB tersebut Bupati Tasikmalaya menyarankan kelembagaan program KB untuk dievaluasi kembali sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada sehingga memiliki peran penting dan berkiprah dari hulu ke hilir sejalan, selaras dan serasi dengan perundang-undangan dalam upaya pengendalian penduduk di Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu Kepala KANWIL BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs. H. Rukman, MM dalam sambutanya mengatakan angka kelahiran dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan penduduk Jawa Barat saat ini telah mencapai 20% dari total penduduk Indonesia yaitu sekitar 43 juta jiwa, tentu kondisi ini sangat memnghawatirkan apalagi saat ini tren banyak anak tidak hanya didominasi oleh kalangan menengah ke bawah tetapi juga kalangan menengah ke atas. Sosialisasi program GUMELAR ( Gerakan Untuk Memantapkan Lini Lapangan Rancage) saat ini sedang diupayakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan Jawa Barat Mandiri Dinamis dan sejahtera melalui Program KB.
Pada kesempatan yang sama Kepala BPMKB Kabupaten Tasikmalaya HJ. Nia Kurniati, SH. M.SI dalam laporanya mengatakan rapat Kerja Daerah Program KB ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen para pengambil keputusan pada semua tingkatan pemerintahan dalam pelaksanaan operasional Program KB di Kabupaten Tasikmalaya, mengingat program KB adalah upaya strategis dalam pelaksanaan pembangunan khususnya pembangunan Sumber Daya Manusia dan perwujudan Visi Program KB Kabupaten Tasikmalaya yaitu seluruh keluarga ikut KB untuk membangun masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang mandiri, dinamis dan sejahtera.(Yas)
