Posted by: humaskabtasik | April 25, 2008

UPACARA TERPADU HARI KESELAMATAN KERJA

Wakil Bupati Tasikmalaya H. E. Hidayat, S.H. bertindak selaku inspektur upacara pada upacara terpadu Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional serta hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Tasikmalaya di halaman SETDA Kabupaten Tasikmalaya, hari kamis (17/11). Upacara dihadiri oleh unsur muspida, Sekda, para Asisten, para kepala SKPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan diikuti oleh satu satuan dari TNI/POLRI, Satpol PP serta karyawan/karyawati Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Inspektur Upacara antara lain mengatakan, tema pokok bulan keselamatan dan kesehatan kerja nasional tahun ini adalah ’’pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui keunggulan sumberdaya manusia dalam menjamin kelangsungan usaha dan peningkatan iklim investasi menuju masyarakat sejahtera’’. Tema pokok tersebut mengandung tiga dimensi pokok pikiran yaitu : dimensi proses, dimensi pelaku dan dimensi cita-cita. Ketiga pokok pikiran tersebut adalah Pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), keunggulan sumberdaya manusia dan masyarakat sejahtera sebagai dampak dari terwujudnya kelangsungan usaha dan peningkatan iklim investasi.

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia telah diatur dengan peraturan perundang-undangan yang merupakan bagian yang tidak dipisahkan bagi perlindungan hak-hak dasar tenaga kerja seperti hak-hak perlindungan upah, jaminan sosial, waktu kerja dan waktu istirahat serta hak bersertifikat. Selain itu K3 bertujuan untuk menjamin agar semua sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien sehingga akan menjamin kelancaran proses produksi dan peningkatan produktifitas.K3 mempunyai dimensi yang sangat luas meliputi dimensi hak asasi manusia (HAM) lingkungan, hukum, ekonomi, social dan kesejahteraan. K3 dilaksanakan untuk mewujudkan kondisi kerja yang aman, sehat, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta mewujudkan lingkungan yang terbebas dari pencemaran. Agar manfaat penerapan K3 dilakukan secara optimal maka penerapan K3 dilakukan secara sistematis yaitu melalui sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Pelaksanaan K3 di Indonesia sudah memiliki kerangka nasional dibangun dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota sampai pada tingkat perusahaan, demikian ditegaskan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut diacarakan pula pemberian 2 unit mobil Training Pelatihan Kejuruan Sepeda Motor dan Elektonik dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia yang diserahkan oleh Inspektur Upacara dan diterima oleh Kepala Dinas Kependudukan, Tenaga Kerja,Transmigrasi dan KB Kabupaten Tasikmalaya H. Endang Kusaeni, SH, M.Si.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: