Posted by: firmankrisnawan | April 30, 2008

Acara panen perdana padi sawah program SRI dengan pupuk organik kocor/solid

Upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam memenuhi kebutuhan pangan (beras), dilakukan antara lain dengan program SRI yang sudah merupakan “brand image” Kabupaten Tasikmalaya dimata Pemerintah Pusat maupun Propinsi Jawa Barat. Harapan kami, pada tahun 2010 Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi lumbung pangan organik. Upaya kearah itu ternyata mendapat perhatian cukup besar, karena dari tahun ketahun perhatian pemerintah pusat maupun propinsi untuk mengembangkan padi organik di Kabupaten Tasikmalaya semakin besar. Bahkan sejak tahun 2007 yang lalu, Kecamatan Tanjungjaya termasuk kecamatan di daerah irigasi Ciramajaya, dijadikan pusat pertumbuhan padi organik skala nasional dengan luasan 800 s.d. 1300 HA. Hal tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya Drs. H. T. Farhanul Hakim, M.Pd pada acara panen perdana padi sawah program SRI dengan pupuk organik kocor/solid atas prakarsa PP Muhammadiyah di Kampung Pojok Desa Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya, Senin (03/03). Hadir pada acara tersebut Unsur Muspida, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asisten Administrasi, Para Kepala SKPD, pengurus Muhammadiyah Jawa Barat, pengurus Muhammadiyah kabupaten Tasikmalaya, para tokoh masyarakat dan Alim ulama serta tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, penerapan teknologi padi organik di Kabupaten Tasikmalaya bertujuan antara lain, meningkatkan produktifitas padi sawah, meningkatan kualitas hasil yang non residu kimia dan meningkatkan nilai posisi tawar petani. Menurut data yang ada, penanaman padi organik sampai saat ini baru mencapai 2.918 HA atau 8,07 % dari total luas sawah di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi untuk pengembangan SRI, termasuk yang dipanen sekarang seluas 7,5 HA. Dengan teknologi SRI ini dapat meningkatkan produksi padi sampai 8-10 ton perhektar, bahkan secara kasuistis ada yang dapat mencapai 12 ton perhektar dibandingkan dengan cara biasa / konvensional. Melihat kondisi ini, saya sangat berharap masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, baik petani maupun masyarakat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan, untuk berperan serta mensukseskan program pengembangan usaha padi dengan pendekatan sistem pertanian organik sebagaimana pada hari ini kita melakukan panen perdana padi organik yang diprakarsai oleh PP Muhammadiyah, demikian ujar Bupati. Akhirnya Bupati berharap agar pengembangan padi dengan sistem SRI dapat dilaksanakan di semua kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PC Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Mahmud Syafe’i, MA. dalam sambutannya mengatakan gerakan Al Ma’un yang digagas oleh pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan, berharap para petani dapat merasakan hasil jerih payahnya dan salah satunya pada hari ini kegiatan panen perdana merupakan wujud dari harapan tersebut. Pada akhir sambutannya Dr. H. Mahmud Syafe’i, MA. menitipkan warga Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya kepada Pemerintah Daerah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: