Posted by: humaskabtasik | February 3, 2010

PELATIHAN SENAM IRAMA CERIA DAN PERMAINAN ANAK USIA DINI

Bupati Tasikmalaya yang diwakili Asisten Administrasi Umum Drs. H. Munawar, MM., membuka secara resmi Pelatihan Senam Irama Ceria dan Permainan Anak Usia Dini bersama 1000 orang Tenaga Pendidik PAUD Non Formal Se-Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Gedung Graha Agung Sari Mangkubumi Tasikmalaya pada hari Sabtu (30/1)

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Mochamad Zein, M.Pd, TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Para Kasi dan Kabid dilingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Para Tutor serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Drs. H. Munawar, MM., mengatakan, pada penyelenggaraan pelatihan ini terdapat 3 dimensi yang perlu dimaknai untuk di implementasikan dalam pembinaan dan pengembangan potensi anak usia dini di Kabupaten Tasikmalaya antara lain ;

  1. Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah yang menempatkan pembinaan sumberdaya manusia sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan, sehingga kegiatan pelatihan ini perlu di jadikan sebagai media untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan serta sinergitas kinerja antara Pemerintah dengan masyarakat khususnya dilingkungan pendidikan anak usia dini.
  2. Menjadikan pelatihan ini tidak saja merupakan wahana untuk pembudayaan pola hidup yang baik dan sehat sebagai bagian kebutuhan hidup masyarakat yang berkolerasi terhadap peningkatan kebugaran jasmani, peningkatan potensi diri, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan semangat serta gairah masyarakat dalam mendidik anak sejak usia dini melalui berbagai aktifitas sesuai dengan potensinya
  3. Sebagai evaluasi pembinaan terhadap pendidikan anak usia dini

Pada kesempatan yang sama Ketua HIMPAUDI Propinsi Jawa Barat Hj. Ana Anggraeni yang lebih akrab dipangil Bunda antara lain mengatakan, kita harus bermitra dengan siapapun karena anak usia dini adalah yang pertama, yang awal dan menjadi kewajiban bukan hanya dari pendidik saja, tetapi bagaimana mengkaitkan antara pendidikan formal, non formal dan informal selama 24 jam,  HIMPAUDI jangan merasa menjadi pahlawan, kerendahan hati yang ada pada para pemimpin kita hendaknya kita contoh, kita tiru, tanamkan dan hayati. Saya berpesan pelihara kerendahan hati, jangan mempunyai rasa “yeuh deuleu aing”, yeuh abi tiasa kitu, jalin dan pelihara terus kebersamaan “Hiduplah dengan agama maka hidup itu akan Terarah, Hiduplah dengan ilmu maka hidup ini akan menjadi Mudah dan Hiduplah dengan seni maka hidup ini akan menjadi Indah”.

Pada kesempatan yang sama Ketua HIMPAUDI Kabupaten Tasikmalaya Iman Nurdin, S.Ag mengatakan dalam laporannya antara lain, pelatihan kali ini dengan momentumnya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini khususnya PAUD Non Formal mudah-mudahan menjadi landasan kita untuk memacu semangat lebih tinggi lagi sehingga kita bisa menjadi para pendidik anak usia dini yang berkualitas dan professional, kami akan terus belajar, belajar dan belajar karena tidak ada kata berhenti dalam belajar.

Pembukaan Pelatihan Senam Irama Ceria dan Permainan Anak Usia Dini di tandai dengan penandatanganan Majalah Anak Cerdas untuk PAUD di Kabupaten Tasikmalaya, dimana Majalah Anak Cerdas tersebut sudah ada sebanyak 5000 majalah yang nantinya akan dibagikan kepada lembaga-lembaga pendidik anak usia dini di Kabupaten Tasikmalaya.(E-75)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: